Pages

Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Thursday, April 19, 2012

DARIMU SEGALANYA BERMULA.....

Dalam inginku, ada seribu yang kuingin
Yang tidak terucap, tersimpan bagai lahar di pergunungan
Sebuah kehidupan dari kelahiran yang menakjubkan
Cuba mengetuk, mengorak segumpal akal
Mengembara di dunia hati
Tercabarlah aku, kiranya akal yang ada ku biarkan
Kiranya dada terbuka hampa dan kosong
Aku manusia maha kerdil,peribadi sifatnya
Ingin ku milik insan nan KAMIL...

Guruku......
Kudatang kepadamu
Kosong tangan kosong dada
Cuma berbekal hati dengan seribu harapan
Tunjukkan aku pada  A... B ... C... Alif... Ba ... Ta.....
Benamkan aku di duniamu
Hamburkanlah kata-kata waja mu- kiranya itu satu pengajaran
Ketuklah jemariku – kiranya itu satu kebenaran.

Anak ku...
Telah bertahta pada janji yang padu
Bersumpah pada setianya mahkota guru
Kurniaan Ilahi maha tinggi
Membina segunung budi dari segenggam bakti

Datanglah ke sisiku
Kan kugenggam tanganmu
Kan ku hitung satu persatu
Bersama Qalam bersama tinta
Biar hati luas terbuka

Anakku ....
Demi sebuah ketulusan
Terimalah ilmuku,
Nanti... jangan mengisi kantung sendiri-sendiri
Ambillah semangatku
Nanti ...kau sematkan di dada generasiku
Kautlah ajaranku
Nanti.... kau taburkan pada kekuntum yang masih biru
Terima kasih
Kini ku terjun ke duniamu
Menelan lingkaran kehidupan
Mengenal warna dunia

Lekatkah budimu di kenangan mereka
Bila kejayaan meniti bibir
ATAU
Terhamburkah budi yang dulu
Bila harapan menyembah bumi?

Namun
Usah gusar
Ia maha tahu
Darimu segalanya bermula...
Kelahiran insan mulia
Sesungguhnya,              

SEBUTIR MUTIARA YANG KAU BERIKAN
KAN KU GENGGAM MENJADI SEGUNUNG INTAN........

HARI INI BUKAN BERNAMA SEMALAM


Hayun kaki ku terhenti tiba-tiba
Nafasku tersekat setibanya dikotamu
Hatiku tersentuh
Terpandang kilasan ikan dikali
Sudah tidak kukenal jantan betinannya
Dik kekeruhan rancangan raksaksamu

Aku tersentak
Bila terhidu bahang kehangatan
Dari suara lantang dimeja parlimen
Bergegar suara itu
Apakah rancangan hari ini
Ke arah mana....timur atau barat

Termenung aku di permatang sana
Semalam..... daerah ini ria tawanya
Rang muda ..... jua daranya
Kini tinggal tenaga usang Cuma
Menerung,pakurawan menyanyikan keriangan
Kali-kali tidak berkocak – sepi

Perantauku.....
Masih rindukah kau pada malinjamu
Masih sayangkah kau pada mahsurimu
Jika begitu pulanglah.......

Hari ini......
Rupanya lembut sekali bayu barat
Menyapa,membelai generasi rebungku
Menelan sajian barat,lahap sungguh !
Inang Zapin kian terasing
Langkah lembut kian layu
Bagaimana hatiku tak sayu..........

Bumi sudah pantas berlari
Maruah dan kuntuman budi kehilangan seri
Kepala pendita dipijak melata
Santunmu kian rebah menyembah bumi keramat
Dimanakah silapnya
Salahkah  pendita menutur kata

Atau

Salahkah ibu yang mengandung
Dan
Apakah Tamingsari yang dulunya di tangan Tuah
Kini terbenam di bumi bertuah.